This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 18 Februari 2015

SETTING RECEIVER / STB VENUS INOVA HD

Punya antena parabola merk apapun tapi belum tau/ awam cara pasang antena parabola sendiri, baik itu tipe ram/ jaring ataupun solid/ petal tanpa bantuan teknisi khusus antena parabola ? artikel ini bisa menjadi panduan awal buat anda yang sama sekali belum pernah mengenal cara setingantena parabola/ instalasi peralatan antena parabola digital namun berkeinginan untuk belajar hingga bisa atur/ pasang sendiri.
Awalnya anda harus membeli peralatan antena parabola (tipe dish mesh/ jaring ato juga dish solid) terserah mau ukuran antena parabola yang kecil ataupun yang besar (cara mengetahui ukuran antena parabola bisa lihat di sini), disarankan untuk memulai dari peralatan parabola yang sering ditemui saat ini (dish 6 feet solid paling mudah di dapat untuk saat ini dengan merk Bestco yg memang harus di akui rata2 berkwalitas dan harga terjangkau (berkisar antara 250rb s/d 400rb).  berikut alat penerima/STB/ receiver/ decoder DVBS (Digital Video Broadcasting Satellite), bagusnya receiver yang bisa blind scan/ mencari buta atau scan otomatis (receiver ini bisa mencari sendiri semua chanel terbaharui yang ada di setiap satelit, untuk yang standar atau yg sering di sebut Murmer (Murah Meriah) dgn kisran harga 175rb s/d 250rb. Atau bagi penggemar olahraga bisa jg menggunakan STB dengan fitur HD, MPEG4, OTA yang sudah pasti harganya agak lebih tinggi sedikit karena dgn STB ini kita bisa mendapatkan kwalitas gambar & suara libih baik, kita juga bisa melakukan setup melalui satelite, dan juga bisa menangkap siaran MPEG4 dan OTA seperti SCTV/Indosiar network atau seabagin kelompok siaran Skynindo. Low Noise Block Frequensi(LNBF) ( LNBF C Band, LNBF KU Band) yang akan di letakkan di bagian atas dish/ antena parabola. (kebanyakan orang menggunakan LNBF C Band krn memang tidak begitu ribet gitu loh).

Peralatan pelengkap yang harus disediakan untuk instalasi antena parabola :
  • Kunci Ring, pas ukuran 10, 12, 14, 17, 19 (kebanyakan ukuran ini yang di pakai pada antena parabola)
  • Obeng (akan di gunakan pada pengaturan LNB)
  • Kompas (untuk menentukan perkiraan arah mata angin/ menentukan arah antena parabola pada awalnya ke Barat, Timur, Utara & Selatan, LNBF C band arah 0 ke Barat, LNB KU band arah connector ke Utara mata angin), yang punya hp smart phone android bisa gunakan fasilita kompas & dish pointer.
  • Satellite finder untuk mempermudah melihat kwalitas signal pada posisi antena parabola & tidak lagi melihat ke monitor TV. atau bisa juga dengan melihat kwalitas signal dengan menekan tombol INFO bagi sebagian STB Murmer keluaran terbaru kemudian pada tampilan depan STB akan muncul angka yang menunjukkan kwalitas signal ( gak perlu melihat monitor TV jg)
11 langkah pasang/ atur antena parabola sendiri yang harus diikuti setelah kita merakit, merangkaikan antena parabola menjadi satu bagian yang sebelumnya dibeli dalam keadaan terpisah-pisah. Langkah-langkahnya sebagai berikut :
  1. Tanamkan tiang penyangga/ dudukan mounting antena parabola, tegak lurus dengan cara di lihat dari sudut yang berbeda juga. (tinggi tiang sebaiknya di sesuaikan dengan postur badan anda sehingga mempermudah pengaturan antena parabola nanti, pilih lokasi untuk menempatkan antena bebas dari halangan, tembok, pohon, dll yang bisa menghalang arah pencarian nantinya).
    sebaiknya tiang penyangga (yg biasanya berupa pipa) di isi dulu dengan adukan semen cor ( untuk posisi yang di yakini tidak akan berpindah).
  2. Letakkan dish/ antena parabola pada dudukan dish yang di pancangkan terlebih dahulu (apabila anda menggunakan bahan semen pada dasar tiang, anda harus menunggu sampai semennya keras & siap untuk di letakkan antena parabolanya). Usahakan posisi dish tegak lurus.
  3. Agak kencangkan baut-baut penahan yang ada di pangkal antena (adanya di bagian mounting) yang di letakkan sesuai tahap 2 supaya bisa di gerak-gerakkan untuk mencari arah mata angin Barat, Utara juga sudut kemiringan antena terhadap garis katulistiwa.
  4. Pasangkan LNB di antenna parabola dilanjutkan dengan memasangkankonektor F untuk menghubungkan antena ke receiver.
  5. Hubungkan konektor F dari antena ke receiver (hubungkan juga kabel dari receiver ke monitor tv pakai vga, component, HDMI cable).
  6. Atur satelit/ parameter transponder satelit, chanel yang akan kita cari, masukkan salah satu chanel untuk di jadikan acuan mendapatkan chanel satelit yang akan kita tampilkan (pada kolom bagian atas itu untuk melihat kekuatan signal LNB (kwantitas signal), kolom di bawahnya untuk melihant kekuatan signal (kwalitas signal) dari chanel yang akan kita cari/ tampilan ini sering ditemui pda receiver biasa (DVB Mpeg-2) kalau menggunakan LNBF C Band maka pengaturan Freq. LO (Local Oscilator) LNB pilih 5150 atau 5157 untuk tipe One Cable solution (OCS) LNB, universal 9750/10600 untuk LNBF jenis Ku band offset/ prime focus, pilih 9750 untuk frekwensi di bawah 10000, 10600 frekwesi diatas 10000.

  7. Berikutnya dalah mengecek apakah STB sudah terhubung ke LNBF, bisa di lihat dengan cara sprti yg saya sebutkan di atas yaitu tekan Info. indikasi sudah tersambung adlah bila pada STB muncul P004, bila yg muncul P000 maka berarti STB belum terkoneksi dengan baik ke LNBF. silahkan cek kabel penghubungnya.
  8. Tahap ini sudah bisa mencari chanel dengan melihat pada monitor anda atau melalui tampilan pada STB (dengan menekan tombol Info tadi), coba gerakkan ke kiri kanan untuk mendapatkan arah Barat/ Timur yang merupakan arah orbit satelit, dorong ke atas bawah sambil melihat pada bar kolom kualitas signal di monitor biasanya di tandai dengan anka dan persen (%), atur sampai signal terkuat/ maksimal di dapat, sambil mengencangkan baut-baut yang ada pada pangkal antena parabola/ penahan mounting & aktuator/ besi penyangga antena (arah Barat ke Timur), jika anda memiliki motor penggerak/ aktuator bisa langsung di pasangkan sehingga nantinya kendali untuk menaikkan & menurunkan arah antena parabola langsung dari positioner atau bisa juga langsung dari receiver.
  9. untuk memudahkan pencarian di sarankan mencari dengan menggunakan frekwensi 03620 dan symbol rate 28000 polarisasi Horizontal atau frekwensi 03640 symbolrate 28000 polarisasi Vertikal. pada satelit Telkom. karen frekwensi ini lebih mudah dan lebih tinggi kwalitasnya. Usahakan pada frekwensi ini kwalitas signal mencapai 75% s/d 80% (pada STB P075 atau P080 )
  10. setelah kwalitas signal pada frekwensi diatas bagus barulah kita mencari pada frekwensi siaran lain misalnya antv, transtv dll. upayakan pencarian berurutan dari yg paling gampang hingga yg paling sulit. Frekwensi yang paling gampang selain yg di atas adalah TVN (Frek 03863, SR 04331, vertikal pada satelit Palapa. dan frekwensi yg paling sulit adalah RCTI & SCTV. 
  11. setelah semua frekwensi yg kita ketahui di dapat signalnya barulah kita atur di receiver, cari menu untuk pilihan scan otomatic/ auto scan/ cari buta, tunggu sampai semua chanel muncul kemudian tekan OK untuk save/ simpan. Disini anda sudah bisa menikmati gratis chanel Free To Air.
Sisi teknis pengaturan antena parabola
Dari segi teknis langkah-langkah diatas berlaku juga buat pasang LNB KU Band hanya perbedaan dudukan LNB & arah konektor yang berbeda. Untuk LNB KU Band arah konektor menghadap Utara, tapi ada juga yang harus menghadap arah lain konektornya, contohnya untuk pointing ke satelit Optus Australia.
Untuk memaksimalkan signal frekwensi chanel dengan polarisation H (Horisontal) pengaturannya coba naik atau turunkan LNB, jarak antara antena parabola ke LNB umumnya di kisaran angka 36, 38 untuk ukuran antena parabola 6/ 8 feet, dish ram/ jaring 9/ 10 feet atur di angka LNB 37, 40, tinggal disesuaikan dengan memaksimalkan signal yang bisa di kunci dengan sempurna (fungsi angka - angka di LNB itu untuk menentukan jarak ketepatan antara dasar/ fokus antena parabola dengan dudukan LNB sehingga menghasilkan kwalitas signal penangkapan yang maksimal).
Untuk memaksimalkan signal frekwensi chanel dengan polarisation V (Vertikal) atur sambil diputar arahnya ke kiri atau ke kanan LNB tanpa merubah angka jarak antara antena parabola ke LNB.
Trik tambahan cara atur antena parabola :


  • Untuk setingan 1 antena parabola ke 2 receiver atau lebih, gunakan peralatan tambahan switch DisEqc atau sekalian pakai multiswitch cara seting penggaturannya lebih mudah, juga bisa untuk 4 LNB 1 receiver.
  • Untuk pointing di daerah yang ada hotspot WiFi biasanya signal sering naik turun/ loncat, bungkus LNB pakai alumunium plat untuk mendapatkan signal yang bagus.

Senin, 05 Januari 2015

Cara Menyambung Kabel Antena TV Yang Baik

Tips Praktis : Cara Menyambung Kabel Antena TV Yang Baik

Dalam praktek di lapangan sering kita menjumpai, jika kabel antena tv kurang panjang tentunya diperlukan penyambungnya. Tapi yang perlu diperhatikan, jangan langsung menyambung kabel antena seperti menyambung kabel listrik, penyambungan seperti tersebut justru akan mengurangi sinyal yang disalurkan dari antena ke tv.  Pergunakan jack antena TV laki-laki dan jack antena TV perempuan.

Berikut cara agar memperoleh sambungan yang terbaik :

  1. Kupas pembungkus luar kedua buah kabel yang akan disambung dengan jarak 4 s/d 5 cm. Untuk beberapa produk kabel bagian serabut sering kali mudah putus jadi perlu hati-hati.
  2. Kupas pembungkus kabel inti atau kabel tembaga. Dari pangkal kabel serabut berilah jarak minimal 1 cm.
  3. Sambung  kedua ujung kabel dengan jack antena laki dan jack antena perempuan, buka dulu atau kendorkan penutupnya, lalu masukan ke kabel antena supaya nanti bagian yang disambung bisa ditutup lagi, kabel tembaga dimasukan ke bagian yang ada bautnya, kendorkan bautnya dulu setelah kabel tembaga masuk kencangkan lagi bautnya, kemudian kabel serabut dimasukan ke bagian yang lainnya dan dijepitkan ke bagian tersebut.
  4. Periksa lagi jangan sampai antara kabel tembaga dan serabut menempel atau konslet, kemudian sambungan ditutup lagi penutup jacknya.
  5. Setelah proses penyambungan kabel selesai, masukan jack antena laki ke jack antena perempuan, kemudian tutup dengan isolasi atau lakban untuk mencegah kebocoran sinyal dan juga karat.

Jumat, 05 Desember 2014

CARA MEMPERBAIKI CHANNEL PARABOLA YANG HILANG

CARA MEMPERBAIKI CHANNEL PARABOLA YANG HILANG

Trik berikut ini adalah cara yang paling mudah untuk mendapatkan channel dari semua satelit yang bisa diterima di daerah anda. Tidak perlu repot lagi browsing internet mencari data transponder stasiun TV tertentu.
Setelah pemasangan parabola selesai dilakukan (anggap saja posisi parabolanya sudah tepat) tahap selanjutnya adalah mencari satelit yang bisa diterima.
Lelah mencari informasi melalui internet, akhirnya cara berikut ini yang saya lakukan…dijamin semua satelit bisa terlacak.. Tergantung jenis LNB yang dipakai, jika jenis C, Ku, dan C + sekat digabung dalam satu parabola, pasti lebih seru lagi pencariannya.
Buat daftar satelit, jangan kasih nama dulu (seperti Telkom, JCSat dll). Anggap saja kita tidak tahu nama2 satelit tsb. Tandai masing – masing satelit dengan angka dari 1, 2 sampai 20.
  1. Atur konfigurasi masing2 satelit sesuai dengan jenis LNB yang dipakai.
  2. Arahkan parabola ke arah paling timur, jangan ada sisa.
  3. Kita mulai dari satelit no. 1… mulailah berburu channel. Langsung Auto Scan! Jika memory receiver mencukupi, pilihlah menu scan semuanya, jadi channel yang ada tanda dolarnya ($) pun akan tertangkap.
  4. Setelah pencarian selesai 100% tapi tidak mendapatkan satupun sinyal/channel, coba pindahkan arah parabola sedikit naik ke atas, sedikit saja. Dan ulangi langkah ke 3. Jika ada sinyal yang tertangkap tapi masih cukup lemah, coba perbaiki arah parabolanya… berarti sudah ada satelit yang terdeteksi. Scan sekali lagi, pasti akan bertambah daftar channel dari satelit tersebut.
  5. Kita pindah ke Satelit no. 2. … ulangi langkah ke 3. jika blm dapat sinyal, jalankan langkah no. 4. kalau tidak dapat sinyal juga, tambah terus sudut parabolanya.
  6. Selanjutnya ke Satelit no 3, 4, 5 dan seterusnya.
Mungkin tidak semudah dengan menggunakan panduan/data2 freq, namun sangat membantu jika kita tidak memiliki panduan tersebut. Selamat mencoba!

Selasa, 04 November 2014

MACAM-MACAM LNB ( LOW NOISE BLOCK )

Macam - Macam LNB ( Low Noise Block )

Low Noise Block (LNB)
Sebuah converter blok kebisingan yang rendah merupakan suatu paket elektronik dipasang pada antena parabola yang menerima sinyal gelombang mikro dari satelit yang memantul dari parabola. Fungsinya menerima dan memperkuat sinyal lemah, sehingga lebih kuat, penyaringan kebisingan, dan mengkonversi sinyal ke frekuensi yang lebih rendah, serta mengirimkan sinyal ke kabel koaksial utk selanjutnya disalurkan ke receiver (alat penerima) didalam rumah.
Macam - macam LNB:
LNBF
 
LNBF (LNB dengan feedhorn), merupakan sebuah alat yang digunakan oleh Direct broadcast satellite (DBS) yang mengintegrasikan antena feedhorn dengan noise block converter rendah (LNB). diplexers kecil digunakan untuk mendistribusikan sinyal IF yang dihasilkan (biasanya 950-1450 MHz) ditumpangkan pada kabel coaxial yang membawa frekuensi rendah televisi terestrial dari antena luar. Diplexer lain kemudian memisahkan sinyal dari set TV dan penerima / decoder (IRD) dari kotak DBS set-top.
Universal LNB
 
LNB universal dapat menerima polarisasi (Vertikal dan Horizontal) dan kisaran frekuensi di satelit Ku-band. 
Beberapa model dapat menerima kedua polarisasi secara simultan (dikenal sebagai LNB quattro dan digunakan dengan multiswitch) melalui empat konektor yang berbeda Rendah / Hor, rendah / Worm, tinggi / Hor, tinggi / Worm dan lainnya beralih (menggunakan vertikal dan 13 volt selama 17 atau 18 volt untuk horizontal) atau sepenuhnya diatur dalam polarisasi mereka (yang relatif langka bahwa ini memerlukan polarisor terpisah dan ini juga bukan bagian dari spesifikasi LNB universal).
Berikut adalah contoh spesifikasi LNB universal:
  • LO: 9,75 GHz / 10,6 (atau 10,75 jarang) (10,6 osilator GHz dipilih dengan menerapkan tune dari 22 kabel kHz) 
  • Freq: 10,7-12,75 GHz (sedikit lebih besar untuk LO 10,75 GHz) 
  • NF: 0,7 dB
  • Polarisasi: Linear
Standard North America Ku-band LNB
Sebuah LNB dengan rentang frekuensi yang lebih kecil termasuk LNB dengan noise figure yang lebih baik dapat dihasilkan.
Ku-band adalah bagian dari spektrum elektromagnetik pada rentang frekuensi gelombang mikro. Simbol ini mengacu pada "-K di bawah" (awalnya Jerman: Kurz-unten) band-dengan kata lain, band ini langsung di bawah-K. Dalam aplikasi radar, berkisar dari 10,95 ke GHz sesuai dengan definisi formal tata-nama radar pita frekuensi, Standar IEEE 521-2002 14,5
Contoh spesifikasi:
  • Local oscillator: 10.75 GHz
  • Frequency: 11.7-13.2 GHz
  • Noise figure: 1 dB typical
  • Polarization: Linear
  • North America DBS LNB
  • Local oscillator: 11.25 GHz
  • Frequency: 12.2-12.7 GHz
  • Noise figure: 0.7 dB
  • Polarization: Circular
C-band
C band adalah nama yang diberikan untuk bagian-bagian tertentu dari spektrum elektromagnetik, berbagai panjang gelombang radio serta gelombang mikro yang digunakan untuk telekomunikasi jarak jauh. IEEE C-band berisi berbagai frekuensi yang digunakan untuk kebanyakant transmisi satelit komunikasi. Untuk komunikasi satelit, microwave frekuensi C-band berperforma lebih baik dibandingkan Ku band (11,2 GHz sampai 14,5 GHz), frekuensi c-band digunakan oleh sebagian besar perangkat komunikasi satelit
  • Local oscillator: 5.15 GHz
  • Frequency: 3.4-4.2 GHz
  • Noise figure: ranges from 25 to 100 kelvins
  • Polarization: Linear
Dual/Twin/Quad/Octo LNBs
Sebuah LNB dengan keluaran tunggal tetapi beberapa feedhorn untuk koneksi ke beberapa tuner (pada penerima terpisah atau penerima yang sama dalam kasus penerima PVR twin-tuner). Biasanya, dua, empat atau delapan keluaran disediakan. Setiap keluaran menanggapi tuner band dan pemilihan sinyal polarisasi independen dari keluaran lain dan "muncul" untuk memisahkan tuner ke LNB. Seperti LNB biasanya dapat memperoleh daya penerima terhubung ke salah satu output. output yang tidak digunakan dapat dibiarkan tidak tersambung (tapi tahan air untuk melindungi LNB secara keseluruhan).
Quattro LNBs
 
jenis LNB yang khusus ditujukan untuk digunakan dalam instalasi piring bersama-sama untuk mengirimkan sinyal ke sebuah tuner. Quattro memiliki feedhorn LNB tunggal dan empat keluaran, masing-masing yang memasok salah satu sub Ku-band (band rendah / polarisasi horizontal, band tinggi / polarisasi vertikal, rendah / tinggi vertikal / horizontal) ke multiswitch multiswitch atau array, yang kemudian memberikan ke setiap sub-band tuner dihubungkan apabila dibutuhkan oleh tuner.
Monoblock LNBs
 
Adalah unit yang terdiri dari dua LNB dan dirancang untuk menerima satelit berdekatan, biasanya 6 °. Sebagai contoh, di beberapa bagian Eropa, monoblock dirancang untuk menerima Hot Bird dan Astra 19,2 °E karena dapat menerima kedua satelit di piring tunggal tanpa memerlukan sebuah rotator yang mahal dan berisik. Sebuah keuntungan yang sama diberikan oleh LNB Duo untuk penerimaan sinyal secara simultan baik dari Astra 23.5 ° E dan Astra posisi 19.2 ° E
Jenis band dari gelombang elektromagnetik
 
Berikut adalah jenis band dari gelombang elektromagnetik sebagaimana telah didefenisikan oleh Society of Great Britain (RSGB) atau Masyarakat Radio Inggris:
L band 1 to 2 GHz
S band 2 to 4 GHz
C band 4 to 8 GHz
X band 8 to 12 GHz
Ku band 12 to 18 GHz
K band 18 to 26.5 GHz
Ka band 26.5 to 40 GHz
Q band 30 to 50 GHz
U band 40 to 60 GHz
V band 50 to 75 GHz
E band 60 to 90 GHz
W band 75 to 110 GHz
F band 90 to 140 GHz
D band 110 to 170 GHz
Keterangan :
  • Yang berwarna kuning LNB yang sering digunakan di dunia antena parabola yg umum dipakai dipasaran.

Selasa, 30 September 2014

CARA PASANG 4 LNB DALAM 1 DISH PARABOLA

Cara Pasang 4 LNB dalam 1 Dish / Payung parabola

Cara Pasang dan setting LNB lebih dari satu, misalnya saja 4 buah LNB dalam satu dish Parabola, yang dimaksud untuk memperbanyak penerimaan siaran TV luar negeri, misalnya saja buat penerimaan Asiasat3, Asiasat2, Measat3 dan lainnya.
Apa yang harus di persiapkan untuk memasang 4 LNB, 3 LNB atau 2 LNB, nah ga usah khawatir ini saya kasih gambarnya :
 
Splitter dengan angka 1,2,3 dan 4 adalah input dari 4 buah LNB yang terpasang, sedangkan yang ditengah menuju ke arah receiver anda, ingat dalam pemasangan kabel konektor agar dipasang dengan hati hati jangan  sampai terjadi short antara serabut kabel luar dengan kabel inti (tengah) yang akan menyebabkan penerimaan terganggu bahkan dapat merusak receiver anda.
contoh bracket yang digunakan.
Dalam praktek pemasangannya mungkin dish milik anda agak berbeda dengan gambar no. 1 diatas, yaitu penyangga bracket tampak menggunakan tiang fokus tunggal, namun anda dapat lebih teliti lagi melihat lubang baut yang sudah disediakan, yang dapat disesuaikan dengan penyangga 3 buah yang biasa dipakai untuk dish biasa. pilihlah lobang baut yang membentuk sudut segitiga simetris sehingga setelah terpasang tidak akan terlihat miring (tidak pas) dan  posisi lnb nantinya akan sejajar dengan timur -barat (tidak boleh kelain arah) sebagaimana gambar pertama.  Selain itu harus sesuai dengan pergerakan dish ke arah Timur-Barat.
setelah Yakin telah terpasang dengan benar, tinggal lakukan setting koordinat dimana anda berdomisili , maksudnya adalah penyetingan kemiringan dish ke arah Utara atau selatan  jika anda berada diluar garis khatulistiwa. yang dapat anda pelajari di postingan
Perlu diingat postingan ini adalah lanjutan postingan2 terdahulu maka penulis mengganggap anda telah mengetahui cara menggunakan atau mengutak atik receiver anda, sehingga kali ini saya hanya akan menyediakan cara setting LNB dan pengaturannya pada menu receiver secara umum yang disesuaikan dengan receiver pada umumnya.
Pada settingan Receiver parabola anda setting LNB dapat anda lakukan sebagai berikut :
Lakukan Edit Satelit
Satelit Palapa: 0/22KHz= ON. DiSEqC= LNB 1
Telkom: 0/22KHz= OFF. DiSEqC= LNB 2
Asiasat: 0/22KHz= OFF. DiSEqC= LNB 3
Asiasat 3S: 0/22KHz= OFF. DiSEqC= LNB 4
Apa yang anda Lakukan??
Begini aja …gunakan LNB 1 terlebih dahulu untuk mencari Satelite PalapaD,
dimana Posisi LNB1 ??? tentu pada posisi sebelah Barat. mengerti maksudnya, yaitu  (pada posisi focus)mengikuti sudut pantul dish ke LNB sehingga bagi LNB lainnya akan menyesuaikan sudut pantul satelit berikutnya. Jika masih bingung dapat disimulasikan dengan pantulan cermin dengan sudut pantul berbeda.
selamat mencoba